Pekerja RSU Sari Mutiara Mengadu ke DPRD Kota Medan


Medan | IPO – Sebanyak 10 orang perwakilan pekerja di Rumah Sakit Sari Mutiara Medan mengadukan nasib mereka kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Jumat (29/3).

Kehadiran perwakilan pekerja yang tergabung di dalam Serikat Pekerja Multi Sektoral Sari Mutiara (SPMS-Sari Mutiara) diketahui adalah pekerja yang sudah dirumahkan oleh rumah sakit yang sempat terkenal di Kota Medan ini. Mereka yang tergabung di SPMS – Sari Mutiara yakni para Bidan, Perawat, Administrasi dan klining servis.

” Status kami saat ini tidak jelas, karena kami dikatakan dirumahkan atau tidak dipekerjakan, kami tidak mengerti, saat itu kami hanya dikatakan oleh manajemen rumah sakit untuk diistirahatkan dalu, namun sudah tiga bulan ini kami tidak menerima gaji,” sebut Suaidah sambil menangis di hadapan anggota DPRD Kota Medan yang menerima antara lain Edward Huatabarat dan Wong Chun Sen Tarigan.

Ketua DPC SPMS – Sari Mutiara ini juga membeberkan permasalahan mereka sampai tidak dipekerjakan kembali adalah karena izin operasional rumah sakit Sari Mutiara tidak ada atau sudah berakhir.

” Jadi apa yang diutarakan pemilik rumah sakit yang mengatakan kami yang diberhentikan ataupun yang dirumahkan karena tidak memiliki STR adalah bohong, karena kebanyakan perawat yang bekerja di rumah sakit tersebut sudah memiliki STR, itu hanyalah alasan mereka (pihak rumah sakit-red),” terangnya.

Sambung Suaidah, rumah sakit Sari Mutiara tutup sejak tanggal 20 Februari 2019 dan  yang tergabung di SPMS adalah sebanyak 100 orang yang terdiri dari berbagai latar bekalang pekerjaan untuk menuntut hak normatif sesuai Undang-Undang No 13 Tahun 2003.

Diceritakan Suaidah, mereka juga sudah pernah melakukan aksi Ngamen  di jalan, lampu merah dan ditempat-tempat rumah makan, baik siang, sore dan malam hari yang dananya digunakan untuk biaya ongkos perjuangan kami untuk menuntut hak.

Mendengar keluhan tersebut, Edward Hutabarat yang memimpin rapat dengar pendapat bersama perwakilan karyawan Rumah Sakit Sari Mutiara tersebut mengatakan akan kembali melakukan rapat di komisi B dengan memanggil pemilik rumah sakit Sari Mutiara Medan dan para pekerja yang saat ini telah dirumahkan.

” Kalau rapat begini, kita tidak dapat mengambil keputusan sebab, pemilik rumah sakit tidak hadir, sehingga pertemuan ini akan dijadwalkan kembali. Kita ingin dengar alasan pihak rumah sakit merumahkan pekerjanya, dan apa solusi yang bisa dilakukan serta apa yang di inginkan oleh para pekerja, sampai disepakati bersama,” terang politisi dari Partai PDI Perjuangan ini.

Edward Hutabarat yang memimpin rapat akhirnya menskors RDP tersebut sementara dan kepada perwakilan pekerja rumah sakit Sari Mutiara yang tergabung dalam SPMS, Edward berjanji akan menjadwal ulang kembali rapat tersebut dengan akan memanggil pemilik rumah sakit Sari Mutiara Medan. (Kevin)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *